Begini cara mitigasi risiko berinvestasi di deposito atau fintech P2P Motivasi Bisnis

Begini cara mitigasi risiko berinvestasi di deposito atau fintech P2P

Terakhir diperbaharui: 10 September 2019
Begini cara mitigasi risiko berinvestasi di deposito atau fintech P2P > > > >
>
Investasi

Begini cara mitigasi risiko berinvestasi di deposito atau fintech P2P

Senin, 09 September 2019 | 17:45 WIB   Reporter: Dikky Setiawan

ILUSTRASI. Ilustrasi Fintech

JAKARTA. Kian besar keuntungan, semakin besar pula risiko investasinya. Prinsip yang satu ini harus menjadi pegangan Anda dalam membiakkan duit di instrumen investasi. Untuk itu, perlu ada langkah mitigasi yang dilakukan ketika berinvestasi, baik di deposito maupun tekfin peer to peer lending

Mike Rini Sutikno, Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi menyarankan, jika pilihannya berinvestasi di produk deposito, porsi yang harus Anda sisihkan 30% dari total dana investasi. Contoh, Anda punya dana idle Rp 100 juta.
 
Dari jumlah itu, porsi investasi di deposito cukup 30%. Selebihnya, tempatkan di instrumen lain. “Deposito karena aman dan likuid jadi cocok untuk menjaga likuiditas, porsinya bisa 30% dari total dana investasi Anda’,” kata Mike.
 
Sedangkan untuk investasi di tekfin P2P, lanjut Mike, karena menjanjikan imbal hasil tinggi dengan risiko yang juga besar, porsi investasinya antara 10%–15%. “Berinvestasi dengan modal kecil dulu, tidak perlu seluruh dana investasi . Jika pembayaran imbal hasil lancar, tidak ada gagal bayar, baru boleh menambah dana investasinya,” imbuh Mike. 
 
Budi Raharjo, Perencana keuangan dari OneShildt Financial Planning menimpali, untuk jangka waktu investasi tekfin P2P lending, semakin panjang waktu pinjaman, semakin tinggi risikonya. Jadi, paling aman memilih investasi jangka pendek. Ini berbeda dengan bunga deposito yang semakin panjang tenornya, semakin besar imbal hasilnya. 

Sumber: kontan.co.id