Bergelimang harta bisa melarat mendadak akibat kesalahan begini Motivasi Bisnis

Bergelimang harta bisa melarat mendadak akibat kesalahan begini

Terakhir diperbaharui: 10 Juli 2019

JAKARTA. Bergelimang harta, belum tentu kaya. Jadi, jangan mudah terlena kalau Anda sedang bergelimang harta.

Kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Itu guyonan lama yang masih sering terdengar hingga kini. Memang, siapa, sih, yang engak kepingin hidup (dan mati) senikmat itu?


>
>

Menjadi kaya barangkali merupakan mimpi standar orang dewasa. Imaji tinggal di rumah berlantai marmer impor dari Italia, berendam di jacuzzi seharga ratusan juta perak, naik limosin Hummer keliling kota, saban tahun wisata kuliner ke pojok-pojok bumi, serta mendapat pelayanan ekstra istimewa dari bank langganan, jelas begitu menggoda.

Siapa yang berani menampik anugerah hidup seperti itu?

Sayang sekali, menjadi kaya bukan garis hidup otomatis bagi semua orang. Kebanyakan dari kita harus berjuang ekstra keras agar bisa kaya. Namun tak semua orang mau tekun, sabar, dan gigih mengejar mimpi menjadi kaya.

Mungkin karena itu pula banyak orang tergoda untuk kaya secara “instan”. Kalau tak menghimpun uang haram sebagai modal menumpuk harta, mereka mengandalkan utang sebagai senjata memupuk kekayaan.

Nah, bagi golongan seperti ini, kaya berarti banyak harta. Semakin banyak harta yang mereka kuasai, semakin mereka merasa kaya.

Benarkah cara pandang seperti itu?

Kalau Anda bertanya kepada para perencana keuangan, tentu mereka akan menjawab kompak: tidak!

Di dunia keuangan berlaku sebuah rumus ampuh: Harta = Utang + Modal.

Banyak orang mengira bahwa status kaya identik dengan Harta sehingga mereka memupuk harta, apa pun caranya. Itu anggapan salah. Status kaya ditidak ditentukan di sisi Harta, melainkan pada sisi Modal.

Mungkin Anda bergelimang harta: menghuni townhouse berharga puluhan miliaran dan kota-kota mengendarai sedan cabriolet saban sore. Namun, Anda bukan orang kaya apabila membiayai semua itu dengan utang.

Sebaliknya, Anda berhak mengklaim sebagai orang kaya walau cuma menunggangi bebek matik, selama semua harta Anda beli dengan uang sendiri.

Kesalahan mengidentifikasi status diri sendiri ini bisa berakibat fatal. Orang yang “kaya” dari utang bisa melarat tiba-tiba ketika gagal membayar angsuran.

Jadi, apakah Anda termasuk golongan orang yang kaya modal atau kaya utang?


Reporter: Hasbi Maulana
Editor: Hasbi Maulana
Sumber: kontan.co.id