Harapan penurunan suku bunga imbangi eskalasi perang dagang, Wall Street stagnan Investasi

Harapan penurunan suku bunga imbangi eskalasi perang dagang, Wall Street stagnan

Terakhir diperbaharui: 9 Juni 2019

BISNIS1.COM -  NEW YORK. Pergerakan Wall Street relatif mendatar pada perdagangan Kamis (6/6) karena harapan penurunan suku bunga telah berhasil meredam kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi perang dagang dengan China menyusul komentar dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Mengutip Reuters, pada pukul 09.45 waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial Average naik 28,02 poin, atau 0,11%, menjadi 25.567,59. Sementara Indeks S&P 500 naik 2,06 poin, atau 0,07% menjadi 2.828,21. Sebaliknya, Indeks Nasdaq Composite turun 5,19 poin, atau 0,07%, pada 7.570,29.


Kepala Strategi Pasar di National Securities di New York Art Hogan mengatakan, komentar Trump tentang tarif lanjutan produk-produk China meningkatkan eskalasi ketegangan perang dagang yang berlanjut dan investor harus mengkalibrasi ulang lebih rendah. "Kami naik (pasar saham AS) secara signifikan dalam dua hari terakhir," ujarnya.

Sektor industri yang sensitif terhadap perdagangan turun 0,3% dan terbesar di antara lima sektor utama yang diperdagangkan lebih rendah.

Kekhawatiran investor sedikit bertambah setelah Bank Sentral Eropa memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk dua tahun ke depan dan mengakui perlambatan ekonomi Eropa akan berlangsung lebih lama dari yang diharapkan.

Kemudian perang dagang AS dan China yang berkepanjangan telah menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan menimbulkan ketidakpastian yang meluas. Hal ini mendorong pejabat tinggi Federal Reserve, termasuk Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan penurunan suku bunga acuan.

"Ada keyakinan menyeluruh bahwa Ketua Powel bersedia, jika perlu, menurunkan suku bunga dalam waktu dekat," harap Hogan.

Sektor energi yang paling terpukul akibat meningkatnya ketegangan perdagangan baru-baru ini, naik 1,3% , terbesar di antara sektor utama S&P. Kenaikan ini disokong perusahaan minyak utama Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp yang keduanya naik sekitar 1,5%.

Advanced Micro Devices Inc naik 4,2% setelah Morgan Stanley meningkatkan stok pembuat chip tersebut menjadi sama berat (equal-weight) dari kurang berat(underweight).

Goodyear Tyre & Rubber Co naik 3,2% setelah Longbow Research menaikkan peringkat terhadap saham pembuat ban tersebut menjadi netral dari sebelumnya berkinerja buruk.


Sumber : Reuters
Editor: Noverius Laoli
Sumber: kontan.co.id